BerandaGaya Hidup

Tren Slow Living yang Mulai Didefinisikan Ulang oleh Anak Muda Indonesia

Tren slow living menemukan akar baru di Indonesia. Bukan sekadar estetika, gerakan ini menjawab kelelahan digital generasi muda dengan ritme hidup yang lebih sadar.

Citra Maharani
Citra Maharani
12 September 2026 • 07.00 WIB • 3 menit baca 0 dilihat
Secangkir kopi dengan buku terbuka di meja kayu dengan pencahayaan hangat

Tren slow living yang sempat dianggap sekadar gaya hidup Barat kini menemukan akar baru di Indonesia. Banyak orang muda memilih ritme hidup yang lebih lambat, sadar, dan terhubung dengan komunitas lokal.

Bukan Sekadar Estetika

Lebih dari sekadar kafe estetik dan tanaman hias, gerakan ini berakar pada keinginan untuk mengurangi kelelahan digital yang melanda generasi yang tumbuh dengan smartphone.

Keseimbangan Digital

Aplikasi pelacak waktu layar dan komunitas meditasi melonjak popularitasnya. Ahli kesehatan mental menyambut baik tren ini sebagai langkah menuju hubungan yang lebih sehat dengan teknologi.

Verifikasi Fakta (E-E-A-T)

Artikel ini telah ditinjau oleh tim redaksi TS News untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap pedoman kualitas. Penulis Citra Maharani adalah kontributor terverifikasi di bidang Gaya Hidup, Wellness, Kuliner. Ditinjau pada 12 September 2026.

Komentar (0)

Memuat...

Memuat komentar...

TSNews

Portal berita dan tren Indonesia terkini. Jurnalisme cepat, akurat, dan terpercaya untuk pembaca Nusantara.

Kategori

    Kontak

    • redaksi@triapestudio.com
    • Jakarta, Indonesia

    © 2026 TS News. Semua Hak Cipta Dilindungi.